Ilmuwan Mempelajari Evolusi Penerbangan Dengan Robot Dino, Ransel Burung Unta

Hari ini langit penuh dengan burung, tetapi burung tidak selalu ada. Para ilmuwan bertanya-tanya bagaimana penerbangan berkembang di antara dinosaurus berbulu sejak spesimen fosil pertama ditemukan. Sekarang, tim peneliti dari Universitas Tsinghua di Beijing telah menggunakan robot dinosaurus dan ransel burung unta untuk menunjukkan bahwa dinosaurus mungkin pernah mengepakkan sayap mereka bahkan sebelum mereka memilikinya.

Di masa lalu, kita semua membayangkan dinosaurus sebagai makhluk bersisik seperti kadal, tetapi semakin jelas bahwa banyak dari mereka yang memiliki bulu. Mungkin dinosaurus berbulu yang paling terkenal adalah Archaeopteryx, fosil pertama ditemukan pada tahun 1861. Sekadar mengetahui bahwa elemen penerbangan burung berevolusi pada periode Jurassic tidak memberi tahu Anda bagaimana itu terjadi. Ada banyak teori, tetapi bukti saat ini menunjukkan transisi dari lari ke penerbangan mengepak tanpa tahap peralihan. Penelitian yang dipimpin oleh Jing-Shan Zhao dari Tsinghua berfokus pada dinosaurus bernama Caudipteryx untuk menyelidiki transisi itu.

Caudipteryx dianggap sebagai dinosaurus bersayap non-terbang paling primitif, menjadikannya subjek yang ideal untuk mempelajari anatomi pra-penerbangan. Caudipteryx memiliki berat sekitar 11 pon (lima kilogram) dan bisa berlari sekitar 26 kaki per detik. Anda bisa menganggapnya sebagai kalkun prasejarah yang cepat. Tim menggunakan model matematika yang dikenal sebagai teori massa efektif modal untuk memprediksi mekanisme berlari untuk Caudipteryx. Dengan menggunakan data itu, tim membuat versi robot Caudipteryx untuk melihat bagaimana cara kerjanya.



Matematika dan robot setuju bahwa sayap depan Caudipteryx kemungkinan besar mengepak sebagai akibat dari berlari. Jadi, kepakan pasif mungkin mendahului penerbangan burung, menawarkan jalur evolusi potensial yang tidak termasuk meluncur. Mereka juga melengkapi burung unta remaja dengan ransel dengan sayap depan serupa. Mereka memastikan bahwa gerakan mengepak pasif terjadi saat burung unta berlari.

Ini adalah perspektif yang menarik tentang evolusi penerbangan, tetapi ini mencakup banyak dugaan. Misalnya, kita tidak cukup tahu tentang otot Caudipteryx untuk membuat representasi robot yang sesuai. Aerodinamika sayap-proto juga tidak mungkin ditiru dari fosil. Penerbangan mungkin juga telah berevolusi pada waktu dan cara yang berbeda, dan kita tidak tahu spesies dinosaurus mana yang menjadi pendahulu burung masa kini. Ini adalah masalah yang membutuhkan lebih banyak penelitian, tapi mudah-mudahan, penelitian itu mencakup robot dino.

Copyright © Seluruh Hak Cipta | 2007es.com