NASA menguji sayap bumerang robot yang bisa terbang di atas Mars

Sayap Prandtl

Ketika para ilmuwan terus bergumul dengan masalah menjengkelkan tentang bagaimana membawa manusia ke Mars dan membawa mereka pulang dengan selamat, eksplorasi robotik di Planet Merah telah menghasilkan banyak penemuan menakjubkan. Namun, misi kita ke permukaan planet hanya mempelajari sebagian kecil dari luas daratan, dan penjelajah kemungkinan besar tidak akan berkembang lebih cepat di masa mendatang. NASA baru saja selesai pengujian pendahuluan pada desain sayap baru yang suatu hari nanti bisa memungkinkan wahana Mars melayang melalui atmosfer tipis planet itu dan menempuh jarak yang sangat jauh.

Ada dua proyek yang beroperasi bersama-sama, keduanya didasarkan pada desain sayap berbentuk bumerang pengangkat tinggi yang sama. Ada Penelitian Awal Desain Aerodinamika untuk Menurunkan Drag (Prandtl-d) dan Penelitian Awal Desain Aerodinamika untuk Mendarat di Mars (Prandtl-m). Ilmuwan NASA telah menguji desain Prandtl-d untuk beberapa waktu sekarang, tetapi baru-baru ini menjadi sasaran tes terowongan angin penuh. Ini penting untuk memahami bagaimana sayap akan bekerja dalam berbagai kondisi, termasuk di Mars jika desainnya dibawa ke misi luar angkasa.

Pengujian model skala terowongan angin Prandtl-d dilakukan bersama oleh Armstrong Flight Center NASA dan Langley Research Center. Menurut data, sayap bumerang sangat stabil, meski benar-benar terhenti. Itu bisa menyelamatkan pesawat eksplorasi Mars dari bencana kegagalan saat berada beberapa juta mil jauhnya dari kru perbaikan terdekat. Pola aliran udara di atas sayap bumerang terbukti benar-benar baru bagi tim, yang dapat menjelaskan kemampuannya untuk menghasilkan daya angkat tinggi dan tetap stabil.



Tes Prandtl-d

Langkah selanjutnya untuk Prandtl-m adalah uji ketinggian desain sayap yang akan dilakukan akhir tahun ini. Sebuah prototipe kecil dari pesawat tersebut akan dirilis di ketinggian 100.000 kaki. Atmosfer di atas setinggi itu adalah perkiraan Mars, jadi penting untuk mengetahui apakah Prandtl-m dapat menghasilkan daya angkat yang cukup untuk tetap tinggi dalam kondisi seperti itu. Jika tes berjalan dengan baik, itu bisa sangat besar untuk misi Mars di masa depan.

NASA tidak berharap harus merancang seluruh misi di sekitar Prandtl-m. Keindahan desain ini adalah ia bisa naik ke Mars dengan 3U CubeSat (sekitar satu kaki persegi) yang terhubung ke aeroshell dari penjelajah Mars. Modul ini dapat dikeluarkan saat penjelajah mulai turun, memungkinkan pesawat untuk menyebar dan terbang dalam jarak yang sangat jauh sebelum meluncur ke permukaan. Ini dapat digunakan untuk survei geologi, pencitraan, dan mencari lokasi pendaratan di masa depan dari dekat. Berat tambahan dari pesawat Prandtl-m juga tidak akan menambah banyak biaya peluncuran.

NASA yakin Prandtl-d bisa berubah menjadi Prandtl-m pada waktunya untuk dimasukkan ke dalam Penjelajah Mars era 2020. Misi itu bisa mencapai Planet Merah paling cepat pada tahun 2022-2024.

Copyright © Seluruh Hak Cipta | 2007es.com